Razia Rumah Karaoke Di Sidoarjo, Puluhan Purel Terjaring, Terancam Dikirim Ke Liponsos

by November 9, 2018

(SIDOARJOterkini) – Razia sejumlah rumah hiburan umum (RHU) yang ada di Sidoarjo oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Polresta Sidoarjo berhasil menjaring puluhan Purel atau pemandu lagu yang biasa mangkal di RHU kawasan kota Delta, Kamis Malam (8/11).

Operasi yang dipimpin oleh Kasie Ops Dal Satpol PP Sidoarjo Willy Raditya ini menyasar sejumlah tempat hiburan. Hasilnya, ada 31 purel yang berhasil diamankan petugas.

Dengan rincian, sebanyak 15 wanita pemandu lagu diamankan dari Cafe Yayang, dan sebanyak 16 pemandu lagu diamankan dari Cafe K-Bro. Semua pemandu lagu ini langsung digelandang menuju Kantor Satpol PP Sidoarjo.

“Mereka semua dibawa ke kantor dan langsung didata,” kata Willy Raditya.

Sejatinya, aturan yang sudah diterbitkan dalam peraturan daerah sudah jelas, RHU yang ada di Sidoarjo dilarang menyediakan wanita pemandu lagu atau yang sering disebut Purel.

Meski para Purel yang terjaring razia ini hanya dikenakan Tipiring (Tindak Pidana Ringan), Namun Instansi penegak Perda telah menyiapkan sanksi tegas apabila para Purel ini tetap mangkal dan mengulangi perbuatannya lagi. Mereka akan dikirim ke Liponsos dan dipulangkan ke daerah asalnya jika para Purel ini terkena razia lagi.

Kasatpol PP Sidoarjo Widiyantoro Basuki mengatakan, Kedepannya pihaknya akan rutin menggelar razia di RHU untuk penertiban. Yang bertujuan untuk mencegah rumah karaoke memperkerjakan Purel.

“Aturan sudah jelas, setiap RHU dilarang menyediakan pemandu lagu. Dan kami akan terus memantau serta menggelar razia rutin untuk menertibkannya,” tandasnya.

Disampaikannya pula, selama ini Satpol PP juga kerap memberikan peringatan pada pengelola RHU agar tidak menyediakan pemandu lagu.

“Jika pengelola tempat hiburan juga tidak mengindahkan, maka kami akan mengusulkan izinnya dicabut,” tegas Wiwid.

Terpisah, Ketua GP Ansor Sidoarjo Riza Ali Faizin menyatakan Pemkab Sidoarjo harus mengevaluasi izin RHU yang jelas melakukan pelanggaran yaitu yang menyediakan wanita pemandu lagu dan menjual minuman keras.

“Kita sudah sampaikan temuan pelanggaran RHU kepada instansi terkait. Sebaiknya dicabut izin dan ditutup saja RHU yang melanggar. Dibutuhkan ketegasan dari instansi terkait,”tegas Riza. (cles)

 

Berita di atas kerjasama dengan Sidoarjoterkini.com....klik di sini untuk sumber asal berita.....