Pemkot Probolinggo Jalin Silaturahmi dengan ODHA

by September 18, 2018

 

Probolinggo, cakrawalapost.com – Tim Pembina Pencegahan dan Penanggulangan HIV AIDS Kota Probolinggo mengunjungi Sekretariat Tetap (Sektap) KPA, Senin (17/9/2018). Kunjungan ini dipimpin langsung Wali Kota Rukmini dengan maksud untuk mencari kevalidan data jumlah Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) di Kota Probolinggo sekaligus menjalin silaturahmi dengan anggota KPA dan ODHA yang aktif di Sektap.

Dalam kunjungan tersebut, Rukmini didampingi Kadinkes Ninik Ira Wibawati, Kadinsos Zainullah, Kadiskominfo Aman Suryaman, Kabag Humas dan Protokol, serta pejabat terkait. Hadir pula mitra Dinkes termasuk Ketua Sektap dan Manajer Kasus (MK) HIV/AIDS serta sejumlah ODHA yang aktif di Sektap.

Ketua Sektap, Badrut Tamam menyatakan bahwa hingga saat ini jumlah ODHA di Kota Probolinggo hampir mencapai 250 orang. Di tahun 2018 saja, terdapat tambahan 38 penderita HIV AIDS di Kota Probolinggo. Dari jumlah tersebut, 39 diantaranya aktif dalam kegiatan yang digelar oleh Sektap.

“ODHA yang aktif dalam Sektap mendapatkan pengobatan rutin yakni obat AR selama 1 bulan sekali. Dengan menerapkan pengobatan secara rutin, mereka dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan normal. Banyak ODHA, terutama yang hadir memiliki usaha sampingan,” tutur Badrut.

Sedikitnya 15 ODHA hadir dalam pembinaan yang dipimpin langsung Rukmini. Mereka terlihat senang dengan bentuk perhatian yang diberikan wali kota perempuan pertama itu. Bahkan, mereka juga berkesempatan untuk menyampaikan keluh kesah kepada Wali Kota Rukmini.

Melihat kondisi para ODHA itu, Rukmini meminta agar Dinkes melakukan tes ulang terhadap mereka. Ia berharap bahwa dengan proses pengobatan yang telah dilakukan secara rutin, para ODHA mendapatkan kepastian terkait kondisinya saat ini.

“Tadi sudah disampaikan bahwa banyak yang rutin mengonsumsi obat sehingga melemahkan virus yang ada dalam tubuh. Harapan saya, ada pemeriksaan lagi pada ODHA yang rutin mengonsumsi obat, paling tidak yang sudah mengonsumsi selama setahun. Sehingga kita bisa tahu perkembangan ODHA setelah rutin minum obat,” tutur Rukmini.

Selain mendapatkan obat dari pemerintah, Kepala Dinsos Zainullah menyatakan bahwa para ODHA juga memperoleh bantuan nutrisi tambahan. Rencananya, jumlah bantuan tersebut bakal ditambah pada Penyesuaian Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2018.

“Pertengahan Oktober nanti kami berencana memberikan bantuan nutrisi tambahan. Insya Allah setelah PAK,” kata Zainullah.

Momen ini juga menjadi kesempatan bagi para ODHA untuk mengajukan permohonan bantuan peralatan yang akan digunakan mereka untuk usaha. Beberapa diantara mereka berharap pemkot dapat memberikan bantuan berupa mesin cuci, mesin jahit, dll.

Menanggapi permintaan para ODHA, Rukmini meminta agar Dinkes dapat menginventarisir semuanya sehingga dapat dikoordinasikan dengan instansi terkait.

“Permohonannya diinventarisir dulu, ya. Bulan Oktober nanti ketika ada penyaluran bantuan nutrisi tambahan, kami akan undang instansi terkait. Dinkes tolong fasilitasi proposalnya,” tutur Rukmini.(mj)