Pemkab Madiun Genjot Pariwisata Lewat E-Tourism

by Oktober 8, 2018
Waterboom di Madiun Umbul Square. (Ist)

Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun, Jawa Timur merencanakan peningkatan promosi pariwisata melalui program e-tourism. Upaya itu diharapkan semakin menarik wisatawan lokal, regional maupun nasional berkunjung ke sejumlah destinasi wisata yang berada di daerah setempat.

“Prosesnya sekarang masih penyusunan perbup (peraturan bupati) dan sudah kami naikkan ke Bagian Hukum,” kata Kepala Seksi Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun, Ibnu Su’ud Edi Supriyanto, seperti dikutip dari Tempo, Selasa (9/10/2018).

Di dalam rancangan perbup itu, menurut dia, tercantum aturan sejumlah kebijakan terkait pariwisata. Salah satu konsepnya tentang pembuatan paket wisata yang kini dikelola pemerintah kabupaten maupun masyarakat atau desa wisata.

“Destinasi wisata yang satu dengan lainnya harus berkolaborasi. Kalau ada wisata buatan maka perlu ditambah wisata alam, religi atau sejarah,” ujar Ibnu.

Destinasi wisata buatan itu seperti Madiun Umbul Square yakni pemandian air hangat yang dilengkapi dengan water boom, kebun binatang di wilayah Kecamatan Dolopo. Sedangkan lokasi wisata alam seperti Watu Rumpuk di Kecamatan Dagangan masuk kategori desa wisata.

Berdasarkan catatan Disparpora, Ibnu menuturkan, jumlah desa wisata yang sudah terdaftar sebanyak 15 lokasi. Sejumlah destinasi wisata itu di antaranya hutan pinus Nongko Ijo di Desa/ Kecamatan Kare, perkampungan rumah pohon ‘Gligi Forest Park’ di Desa Kepel, Kecamatan Kare, dan Wungu Foresty di Kecamatan Wungu.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Madiun Edi Bintarjo mengatakan bahwa pengembangan desa wisata dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya dengan melibatkan pihak swasta atau Badan Usaha Milik Negera.

“Sekarang sudah banyak anak-anak muda (yang sebelumnya) bekerja di luar kota pulang untuk jualan kopi dan menjadi barista di dekat lokasi wisata,” ujar dia.