Kampung Lawas Maspati Surabaya, Suguhkan Wisata Sejarah Hingga Oleh-oleh Herbal

by September 28, 2018
Foto: Istimewa

Surabaya – Sekitar 500 meter dari Tugu Pahlawan di Surabaya, Jawa Tinur, terdapat kampung peninggalan masa pendudukan Belanda yang masih bertahan hingga hari ini. Kampung Lawas Maspati namanya.

Di kampung tersebut, masih banyak dijumpai bangunan-bangunan asli perkampungan Surabaya tempo dulu yang masih berdiri kokoh.

Bangunan itu kini dihuni anak cucu para pejuang Surabaya. Satu di antaranya adalah rumah milik Raden Soemomiharjo, tokoh dari Keraton Surakarta yang oleh warga setempat akrab dipanggil “Ndoro Mantri”.

Ada pula rumah 1907, bangunan itu dulunya digunakan para pemuda Surabaya, khususnya pemuda Kampung Maspati dan sekitarnya untuk menyusun strategi peperangan 10 November 1945.

Sekarang, bangunan di tengah permukiman Kampung Lawas Maspati itu dimanfaatkan oleh cucunya sebagai kafe.

Meski demikian, bagunan-bangunan itu hingga kini tetap terjaga keasliannya, bahkan ketika melihat langsung, anda bisa membayangkan bagaimana pengorbanan para pejuang di kawasan itu.

Kini, Kampung Lawas Maspati yang di dalamnya terdapat bangunan sejarah perlahan mulai tenar, dan menjadi salah satu objek wisata saat berkunjung ke Surabaya.

Berkat sentuhan tangan kreatif dan saling kerja sama, Kampung Lawas Maspati pun kini disulap oleh warga menjadi kawasan yang ramah, kreatif, edukatif dan bisa menjadi inspirasi bagi para pengunjung.

Pertama memasuki Kampung Lawas Maspati baik melewati Maspati Gang V atau VI, rasanya tidak berbeda dengan permukiman dalam gang pada umumnya yang hanya mempunyai lebar jalan tak lebih dari tiga meter.

Namun, kesan awal yang pasti dirasakan yakni kerapihan permukiman yang dihiasi tumbuhan obat di masing-masing teras rumah warga.

warga sekitar Kampung Lawas Maspati memang mempunyai konsep penghijauan dengan menggunakan tanaman obat atau mereka menyebutnya tanaman obat keluarga (Toga).

Karena selain berfungsi sebagai penghijauan, tanaman ini nantinya juga mempunyai nilai jual yang bermanfaat bagi perekonomian warga.

Belum lagi, jalanan yang tersusun dengan konblok tersebut dihiasi gambar 3D berbagai tema, pastinya pemandangan itu akan menarik perhatian para pengunjung untuk berswafoto.

Rapih dan unik, begitu kesan pertama saat memasuki Kampung Lawas Maspati.

Ketika berbicang dengan warga sekitar atau pemandu, rasa takjub dan kagum dengan Kampung Lawas Maspati pun akan lebih terasa.

Alasannya, guide atau warga yang memandu biasanya akan menjelaskan secara detail baik dari sejarah hingga aktivitas apa saja yang kerap dilakukan warga sekitar.

Kampung Lawas Maspati terbagi menjadi lima RT. Masing-masing RT mempunyai keunggulan tersendiri.

Ada yang memproduksi makanan, minuman, tumbuhan obat hingga memanfaatkan sesuatu yang tak berharga menjadi bernilai seni yang tinggi.

Satu diantaranya ialah kediaman Bu Susi yang berada di RT V. RT V Kampung Lawas Maspati terkenal dengan olahan buah Markisa, buah yang memiliki banyak biji itu di olah menjadi Sirup dan Selai.

Sirup Markisa dan Selai dari Kampung Lawas Maspati pun menajadi sering primadona para pengunjung untuk dijadikan oleh-oleh sepulangnya dari Kampung Lawas Maspati.(tbn)