Festival Samin Bojonegoro, Sebuah Upaya Melestarikan Ajaran Leluhur

by September 27, 2018
Ist.

Bojonegoro – Warga komunitas Samin di Bojonegoro menggelar Festival Samin di Dusun Jepang, Desa/Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro. Dalam festival tersebut menyajikan pelbagai macam budaya Samin tersebut.

Beberapa adat kebudayaan yang digelar itu, antara lain, Ngangsu Kaweruh Samin (yakni belajar adapt-istiadat orang Samin). pemilihan duta Samin (Samino-Samini), kontemplasi dan gotong royong selapanan.

“Tujuan festival ini adalah untuk merawat ajaran-ajaran Samin berikut perilaku luhur dalam kehidupan,” kata Bambang Sutrisno, tokoh Samin di desa Margomulyo, seperti dikutip dari Travel Tempo, Kamis (27/9/2018).

Dusun Jepang, Desa Margomulyo, tempat dihelatnya festival ini berjarak 67 kilometer arah barat daya Kota Bojonegoro. Lokasinya berhadap-hadapan dengan kediaman tokoh Samin Bojonegoro, bernama Hardjo Kardi, 84 tahun. Pria yang sehari-hari lebih banyak berpakaian hitam itu, adalah penerus generasi ke empat Mbah Samin Surosentiko alias Raden Kohar pendiri ajaran Samin. Bambang Sutrisno, 36 tahun, adalah anak Mbah Hardjo Kardi.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Bojonegoro, Donny Bayu Setiawan, yang berkunjung ke festival menyatakan terkesan dengan kebersahajaan kehidupan masyarakat Samin. Dia berharap semua pihak ikut melestarikan budaya masyarakat Samin.

“Hidup rukun berdampingan di kampung Samin, bisa jadi tauladan,” kata dia.

Samin adalah faham yang didirikan Samin Surosentiko (lahir tahun 1859 di Desa Ploso Kedhiren, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora Jawa Tengah). Samin Surosentiko meninggal dunia saat diasingkan oleh Penjajah Belanda di Padang, Sumatera Barat, pada tahun 1914. Beberapa ajaran Samin, antara lain, Ngudi Roso (menghilangkan perbuatan hina dan tidak jujur) dan Sami-sami Sapodo Saduluran (sesama manusia hidup rukun saling berdampingan).

Festival Samin Bojonegoro ini diharapkan menjadi daya tarik pariwisata tahunan. Salah satu yang mencuri perhatian pengunjung adalah pemilihan duta Samino-Samini. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, sudah menetapkan kegiatan ini jadi agenda tahunan.