Konggres Ke 7 Resmi Dibuka, Wali Kota Surabaya Kandidat Tunggal Presiden UCLG-Aspac

September 13, 2018

Surabaya, cakrawalapost.com – Konggres UCLG-Aspac ke 7 yang digelar di Kota Surabaya pada tanggal 13-15 September 2018, secara resmi telah dibuka.
Organisasi yang memiliki anggota sekitar 7000 Pemda dan Pemkot yang ada di kawasan Asia Pasifik ini dalam konggres kali ini akan membawa beberapa tema penting diantarana inovasi tentang bagaimana menerapkan kota layak anak, kebudayaan dan smart city.

Sekjen UCLG Aspac Bernadia Irawati mengatakan tema konggres kali ini adalah menciptakan inovasi, kota ramah anak dan pembangunan yang berkelanjutan.

“Isu utama yang kami usung adalah bagaimana menjadi ‘smart city’ dalam pembangunan kota yang berkelanjutan dengan kearifan budaya lokal akan menjadi bahan yang menarik dalam pembahasan konggres nantinya,” ujarnya.

Bernadia mengakui bahwa kalau banyak kota di dunia yang masih belum menerapkan “sustainable city” atau kota berkelanjutan, tapi banyak juga kota yang menuju kondisi itu.

Selain itu, diakui pula oleh Bernadia bahwa pemilihan Surabaya menjadi tuan arumah dalam kongres ke 7 ini sangat diapresiasi oleh para anggota seiring dengan meningkatnya jumlah peserta konggres.

“Kami menargetkan jumlah peserta 800 orang tapi sekarang sudah mencapai 1.200 orang yang melakukan registrasi,” katanya.

Bernadia menambahkan bahkan sempat ada permintaan khususs dari delegasi kuala Lumpur yang meminta kepada panitia agar bisa secara khusus belajar ke Surabaya tentang beberapa program yang telah dilakukan di kota pahlawan ini.

Selain mengusung beberapa tema utama tersebut konggres ke 7 ini juga akan melakukan pemilihan presiden baru untuk memimpin organisasi yang berkantor pusat di Kota Barcelona itu.

Nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini disebut sebagai calon tunggal untuk menduduki jabatan Presiden United Cities and Local Goverment (UCLG) Asia Pasific (Aspac) periode 2018-2022.

“Sejauh ini kita hanya miliki satu kandidat. Banyak yang berharap beliau menjadi presiden UCLG-Aspac dan berharap bisa membawa perubahan,” ujar Presiden UCLG-Aspac Won Hee Ryong saat menggelar jumpa pers di sebelum pembukaan Kongres UCLG-Aspac yang digelar di Surabaya, Kamis (13/9/2018).

Menurut dia, menguatnya nama waliKota Surabaya ini karena para peserta telah mengetahui banyak yang sudah dilakukan Wali Kota Risma kepada Kota Surabaya dengan menjadikan kota tersebut menjadi bersih nyaman dan indah dengan banyaknya taman kota dan hutan kota.

“Agenda utama konggres ini memilih Presiden UCLG-Aspac. Saya berharap Risma menjadi Presiden UCLG-ASPAC yang luar biasa,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat Gubenur Provinsi Je Ju, Korea Selatan itu menambahkan UCLG-Aspac sudah melakukan banyak membentuk komite dan juga komitment selama empat tahun belakangan ini.

“Kami berharap ada kerja sama yang lebih besar kuat dan keanggotaan yang lebih besar,” kata Won.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menyampaikan pandangannya mengatakan ingin memperkuat kearifan budaya lokal untuk membangun kota terutama ketahanan kota atau daerah terhadap ancaman bencana.

“Saya pernah melihat di Phuket, Thailand. Di sana warga menanam cemara udang sehingga selamat dari Tsunami,” ujarnya.

Risma menambahkan banyak kota yang sekarang ini dalam kondisi kritis akibat dampak “global warming” atau pemanasan global. “Dengan kearifan budaya lokal, kota bisa melakukan penguatan pembangunan untuk menekan biaya,” katanya.(nafan hadi)