Saat Cuaca Terik, Hindari Akselerasi berlebihan saat Berkendara

Agustus 11, 2018

ilustrasi

Surabaya, cakrawalapost.com- Terik matahari terasa sangat menyengat, cuaca gerah dan udara terasa panas terjadi akhir-akhir ini. Sementara itu, banyak pengemudi mobil yang terkadang tak memperhatikan cara, gaya maupun kondisi mengemudi mereka saat cuaca begitu terik.

Menurut Service Head, Auto 2000 Surabaya, Brantas M Wibowo, ada beberapa cara yang patut diperhatikan ketika sedang atau hendak mengemudi saat musim panas.

Tentunya sebelum mengendari yang patut dilakukan cek kondisi kendaraan, diantaranya radiator, komponen ini ccukup penting, sehingga harus diperiksa kembali volume air di tabung radiator dan pastikan tidak melebihi ataupun kurang dari batas yang telah ditentukan. Periksa juga kondisi radiator apakah terdapat kebocoran atau tidak.

Wibowo menambahkan tentunya jangan lupa chek kembali indikator pada sistem pendingin, pastikan kondisinya berfungsi normal nyala saat berjalan. Selajutnya AC, fitur ini sangat penting jika ingin berkendara di siang bolong. Peningkatan suhu di luar kendaraan dapat membuat kondisi tubuh menjadi cepat letih jika fitur AC tidak berfungsi dengan baik.

Kemudian pastikan oli mesin belum lama diganti, bila perlu ganti dengan yang baru, karena oli  mesin sebuah kendaraan mempunyai tiga fungsi sekaligus, sebagai pelumas sekaligus pembersih hingga pendingin mesin kendaraan.

Karena kondisi panas bisa menyilaukan dan membuat efek panas dalam cabin kendaraan,  jangan asal menggunakan kaca film. Gelap terang kaca film yang digunakan tidak  menentukan seberapa besar efek sinar matahari yang masuk ke dalam cabin. Untuk itu pastikan kaca film yang digunakan mampu menyerap sinar UV.

Lebih lanjut Wibowo mengaku, ban merupakan  komponen yang sangat primer untuk di perhatikan.  Sebelum melakukan perjalanan, periksa kembali kedalaman alur ban. Jangan paksakan apabila kondisi ban mulai aus.

Tekanan angin juga wajib mendapatkan perhatian, karena berpengaruh pada traksi dan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Usahakan tekanan angin ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan yang biasanya tertera disisi -sisi kendaraan. ” Saat  ini sudah ada isi angin Nitrogen yang membuat tempratur ban lebih dingin,” tuturnya

Tentunya agar kampas kopling maupun rem tidak cepat aus, hindari akselerasi yang terlalu berlebihan. Begitu juga dengan saat kondsi macet atau berhenti saat lampu jalan berwarna merah, disarankan untuk selalu netral gigi.  ” Karena disuhu panas, tubuh mudah dehidrasi dan efek kantuk pun mudah melanda,” pungkasnya. (bs/wan)