Dewan Minta Atasi Kekeringan Jatim Dengan Membuat Waduk dan Embung

Agustus 9, 2018

Anggota komisi D DPRD Jatim, Hadinuddin

Surabaya, cakrawalapost.com – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur meminta kepada pemerintah provinsi agar penanganan kekeringan dilakukan dengan cepat dan tanggap. Salah satu caranya yaitu membangun waduk atau embung. Mengingat yang dilakukan saat ini hanya drop air bersih di sejumlah wilayah yang justru tak menyelesaikan masalah.
Anggota komisi D DPRD Jatim, Hadinuddin ditemui di DPRD Jatim, Kamis (9/8) mengatakan, bantuan drop air bersih lewat mobil di sejumlah wilayah di Jatim justru tak menyelesaikan masalah terkait kekeringan di Jatim. Mengingat hal itu tidak bisa menjangkau lahan persawahan yang notabene bisa menurunkan hasil pertanian yang ini justru bisa mengakibatkan kemiskinan.
“Seharusnya bantuan kekeringan lebih bersifat lama dan tidak parsial. Karena kekeringan sudah menjadi bencana tahunan. Apalagi bantuan drop air bersih lebih mahal ketimbang membuat embung. Maka sudah saatnya kedepan sudah ada pembangunan waduk atau embung yang bisa mengaliri tanah pertanian,”tegasnya.
Ia menambahkan, di anggaran murni 2019 dimungkinkan untuk mengalokasikan anggaran untuk pembuatan waduk atau embung. Karena itu. Komisi D mendesak untuk pembangunan tersebut.
Anggota Komisi D DPRD Jatim, Surawi mengatakan jika bencana kekeringan merupakan bencana tahunan yang ada di sejumlah wilayah di Jatim. Pembangunan embung dan waduk menjadi solusi jitu untuk mengatasi kekeringan. Dimana diketahui ada sejumlah wilayah di Jatim seperti Lamongan, Bojonegoro sering dilanda banjir saat musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau.
“Namun saat ini APBD Jatim tidak mencukupi untuk membangun sejumlah waduk. Dan pemerintah sudah menyurati pusat agar membantu pembangunannya. Tapi sayang hingga kini belum ada kucuran dana dari APBN karena memang kondisinya juga tak memungkinkan. Untuk itu APBD 2019 diupayakan mengalokasikan bangunan waduk atau embung atau sumur bor dengan catatan bukan wilayah bebatuan,”papar Surawi. (pca/p/jn)