49 Penghafal Al-Qur’an Jalani Seleksi Beasiswa Hafiz Pemkot Surabaya

Juli 23, 2018

Para siswa penghafal Al-Qur’an menjalani seleksi oleh penguji dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, di Kantor Dispendik Surabaya, Senin (23/7/2018). Foto: Ist.

Surabaya, cakrawalapost.com – Untuk pertama kalinya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya akan memberikan beasiswa bagi siswa penghafal Alquran (Hafiz).

Beasiswa ini diberikan kepada warga Surabaya berstatus pelajar atau mahasiswa di pendidikan formal maupun nonformal dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, serta mahasiswa D3/D4/S1/S2.

Pendaftaran beasiswa ini telah ditutup pada 6 Juli 2018 lalu. Ada sebanyak 49 siswa yang mendaftarkan diri, diantaranya ada 16 siswa SD, 8 siswa SMP, 11 siswa SMA, dan 14 orang mahasiswa.

Hari ini, Senin (23/7/2018), para calon penerima beasiswa menjalani seleksi oleh penguji dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, di Kantor Dispendik Surabaya.

Shirotol Mustaqim, Kasie Pengembangan Seni Budaya Islam, Musabaqah Al Quran, dan Hadist, Kanwil Kemenag Jatim menjadi salah satu tim penguji hafalan Alquran.

Dia menjelaskan, syarat penerima beasiswa hafiz adalah mampu membacakan hafalan beberapa juz Alquran. Untuk siswa SD harus hafal 10 juz, siswa SMP 20 juz, sedangkan SMA dan mahasiswa 30 juz.

“Saat seleksi nanti, penguji membaca potongan ayat. Peserta meneruskan dan menyempurnakan potongan ayat itu. Nanti kami lihat hafalannya, tajwid, dan fashahah-nya,” katanya dalam keterangan pers kepada media ini, Senin (23/7/2018).

Dua di antara peserta seleksi beasiswa hafiz ini adalah saudara kandung. Muhammad Ulul Azmi dan Muhammad Miftachul Huda. Keduanya adalah siswa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ibnu Ali, Tropodo, Sidoarjo.

“Huda sudah setara dengan kelas 3 SMA, kalau adiknya baru setara dengan kelas 1 SMA,” kata Masaudah, ibu kandung Huda dan Azmi yang ikut menemani mereka mengikuti seleksi.

Meskipun menjalani pendidikan di PKBM di Sidoarjo, Masaudah mengaku dirinya dan anak-anaknya merupakan warga Surabaya. “Rumah saya di Jagir sini saja,” ujarnya.

Masaudah yakin anak-anaknya lolos seleksi beasiswa hafiz karena keduanya sudah hafal dan beberapa kali khatam membaca Alquran.

“Mereka juga sudah sering ikut musabaqoh dan sudah wisuda hafiz di pondok pesantrennya,” kata dia.

Ikhsan Kepala Dispendik Surabaya mengatakan, ini adalah tahun pertama beasiswa hafiz diselenggarakan. Dia mengaku senang, jumlah pendaftarnya cukup banyak.

“Mudah-mudahan semuanya bisa lolos,” katanya saat membuka seleksi beasiswa Hafiz.

Siapapun yang lolos seleksi, kata Ikhsan, berhak mendapatkan insentif dari Tri Rismaharini Walikota Surabaya.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih awal disiapkan dan kuota yang disediakan lebih banyak,” katanya.(rur)